Tanda Berakhirnya Perjuangan Masa SMA (sebuah puisi)


Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, wahai sahabat?
Dengan fajar terang yang samar
pada masa sekolah lalu
setelah sekian lama berjuang dengan payah menghalaukan panas terik
Menerjang badai dingin.

Sesaat setelah ini
Tak akan ketemui lagi sosok tegas penuh wibawa
Sosok tegas dengan semangat perjuangan
Yang tanpa lelah terus membagikan ilmunya
Dari pagi hingga sore hari,
Menghabiskan waktu dengan huruf dan angka yang penuh arti
Yang terkadang sulit kita menengerti..

Ingin rasanya kutebas semua batas yang akan memisahkan kita
Menerobos lorong waktu
Inginku kulipat semua jarak yang akan memisahkan kita nantinya
Tapi terkadang, logika memang tak berdaya
Karena semesta terus berotasi, menuntun hidup menjadi sebuah konotasi

Masa depan menanti untuk memberi makna kehidupan yang tak sempurna
Sehingga keinginan kita untuk terus bersama
Harus direlakan dengan lapang dada

Mengenai garis semua waktu yang tak kunjung ku mengerti
Mengenai kenyataan yang memilih untuk bungkam
Hatiku terang menerima katamu, wahai sahabat.
Bagai bintang yang memasang lilinnya setiap malam.
Kalbuku selalu terbuka menerima kasihmu, wahai sahabat. Bagai sedap malam menyirak kelopak.

Sahabat, isilah hatiku selalu dengan katamu.
Penuhi hari perpisahan ini dengan cayamu.
Biar berbibinar mataku menahan sendu
Biar mengalir gelak tawaku sebelum rindu

Tak usah hiraukan jarak yang kan menyekat
Jika takdir memang tak mampu menghapus pilu
Marilah kita berlari kepada takdir kita masing-masing
Menjemput masa depan sebelum ia bertemu akhir

Sahabat, satu pintaku padamu
Kenang-kenanglah masa ini
Sebagai bentuk pelajaran untuk dunia yang akan kau hadapi nanti
Berbahagialah...
Walau ragaku tak lagi mendampingi
Doa-doaku akan senantiasa mengiringi



Tenggarong, 24 April 2019
L. Sastra


Komentar

Postingan Populer